24 November 2011

ucap bermanfaat: Dasarnya Sipil

ucap bermanfaat: Dasarnya Sipil:

comment yang membangun :)
Baca Selengkapnya..

Dasarnya Sipil

teknik sipil

 

Keterampilan Teknis Sipil Dasar untuk Membangun Prasarana Perdesaan bagi Fasilitator Teknik



Keterampilan Teknis Sipil Dasar untuk Membangun Prasarana Perdesaan bagi Fasilitator Teknik


ILMU DASAR SIPIL TEKNIS Terdapat beberapa jenis keterampilan teknis yang dibutuhkan oleh seluruh fasilitator teknik di lapangan untuk jenis prasarana mana saja. Keterampilan ini dilengkapi keterampilan lain, seperti keterampilan memfasilitasi proses masyarakat, keterampilan manajemen, dan keterampilan sebagai pelatih masyarakat. Keterampilan teknis umum adalah sebagai berikut:

Gambar teknis – Fasilitator teknik harus mampu menghasilkan berbagai gambar teknis sebagai dasar perhitungan kebutuhan bahan dan tenaga, sebagai pedoman jelas untuk konstruksi, sebagai rencana kerja dan pelaporan, dan sebagai alat pelatihan tim desa.
1. Menggambar peta lokasi
2. Menggambar peta akses
3. Menggambar profil lokasi
4. Menggambar denah lokasi
5. Menggambar detail bangunan
6. Menggambar skematik
7. Menggunakan skala
8. Membuat skets bangunan
9. Menggambar isometrik atau tiga dimensi
10. Mengisi take-off sheet agar perhitungan jelas
11. Meletakkan dimensi dan catatan spesifikasi pada gambar
12. Menulis dengan jelas
13. Membuat gambar pascakonstruksi
Pengukuran – Fasilitator teknik melakukan pengukuran sebagai dasar perencanaan, pemetaan, dan pengendalian konstruksi.
1. Mengukur dengan menggunakan alat ukur: teodolit, waterpas, clintometer, handlevel
2. Mengukur tanah dan batas tanah
3. Melakukan survei konstruksi dan memasang patok
4. Membuat Survei Antar Patok
5. Melakukan survei tampang melintang untuk menghitung volume pekerjaan tanah
6. Mengukur beda tinggi
Perhitungan volume konstruksi –Fasilitator teknik harus mampu menghitung volume konstruksi dengan berbagai cara, sebagai dasar perhitungan volume bahan dan biayanya.
1. Menghitung volume suatu benda
2. Menggunakan BOW untuk menghitung kebutuhan bahan
3. Menghitung Volume Antar Patok
4. Menerapkan Faktor Loss
5. Menghitung volume pekerjaan tanah
6. Menghitung biaya yang dibutuhkan pada RAB
Perhitungan kebutuhan tenaga kerja – Fasilitator teknik harus menghitung kebutuhan tenaga kerja untuk prasarana yang akan dibangun di lapangan.
1. Menggunakan Analisis BOW untuk tenaga kerja
2. Menghitung Mandays Antar Patok
Perhitungan penggunaan alat – Fasilitator teknik harus menentukan kelayakan menggunakan mesin sebagai pengganti tenaga kerja manusia, serta menghitung kebutuhan waktu dan biaya untuk sewa alat tersebut.
1. Menghitung kebutuhan alat tangan
2. Menentukan kapasitas dan kebutuhan Bulldozer
3. Menentukan kapasitas dan kebutuhan Excavator
4. Menghitung kebutuhan penggunaan Mesin gilas
5. Kebutuhan penggunaan Molen
Ilmu tanah dan fondasi – Tanah merupakan bahan konstruksi yang paling umum, dan perlu diketahui sebagai bahan fondasi, bahan timbunan, serta bahan yang dapat dirusak melalui erosi maupun longsor. Fasilitator teknik harus mengenal bahan ini di lapangan dan mengetahui kegunaan sebagai bahan konstruksi.
1. Identifikasi jenis tanah yang ada
2. Identifikasi sumber tanah untuk timbunan
3. Menentukan metode pemadatan tanah dan perhitungannya
4. Identifikasi kekuatan tanah sebagai fondasi bangunan
5. Menginterpretasikan ujian tanah
6. Membuat rekomendasi atas perbaikan masalah tanah
a. Menggunakan semen atau kapur untuk mengubah sifat tanah
b. Mengeringkan atau membuang air tanah
c. Meneringkan lahan
7. Menghitungan beban tanah aktif dan pasif terhadap struktur
8. Membuat rekomendasi jenis fondasi dan mendesainnya
Ilmu material konstruksi – Sebagai sarjana teknik sipil, fasilitator teknik harus mengenal macam-macam jenis material yang dapat dimanfaatkan dalam konstruksi prasarana. Harus mampu menghitung kekuatan material serta mengenal faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatannya.
1. Menghitung kekuatan dan rasio adukan beton dan spesi
2. Menghitung kekuatan aspal
3. Menghitung kekuatan baja dan kabel baja
4. Menghitung kekuatan kayu
5. Menentukan kualitas batu, pasir, sirtu, tanah, dan kayu yang dapat digunakan
Hidraulika – Sebagian dari prasarana yang dibangun memanfaatkan sumber air, termasuk prasarana air bersih, sanitasi, irigasi, dan drainase, dan untuk jenis lain sering menganggap aliran air sebagai musuh bangunan. Fasilitator teknik harus mampu memanfaatkan air dan mengendalikan aliran air.
1. Menghitung debit aliran air yang ada
2. Menghitung ukuran saluran yang dibutuhkan untuk debit dan kemiringan tertentu
3. Menentukan ukuran pipa
4. Memilih ukuran dan jenis pompa yang dibutuhkan
Hidrologi – Hidrologi adalah ilmu yang mengatur bagaimana sifat air hujan maupun air tanah. Fasilitator teknik harus mampu memperkirakan dampaknya dari hujan yang jatuh di sekitar lokasi prasarana, baik untuk memanfaatkan air hujan maupun untuk melindungi prasarana dari dampak hujan.
1. Mentukan debit air maksimal dari suatu DAS kecil
2. Menentukan ukuran saluran dan gorong-gorong untuk lokasi tersebut
3. Menentukan kebutuhan pelimpah untuk sebuah bendungan
4. Mengetahui tingginya air tanah maupun arah alirannya.
Analisis struktur – Fasilitator teknik harus menghitung besarnya setiap bagian dari struktur, sehingga harus mengetahui besarnya beban yang harus ditahan. Hal ini termasuk segala jenis beban yang mungkin akan mempengaruhi bangunan.
1. Menentukan beban maksimal pada suatu komponen struktur
2. Menghitung ukuran komponen struktur
3. Menentukan ukuran penulangan besi pada suatu struktur beton
4. Menentukan beban tanah dan air pada suatu tembok
5. Memberi rekomendasi terhadap metode konstruksi yang tahan gempa bumi.
Ilmu manajemen konstruksi – Fasilitator teknik harus memberi masukan kepada tim desa tentang aspek teknis manajemen konstruksi prasarana, selain aspek manajemen tenaga, administrasi, dan aturan program.
1. Mengatur tempat kerja agar pekerjaan efisien dan efektif
2. Membuat jadwal kegiatan
3. Menghitung persentase kemajuan fisik
4. Menerapkan metode penerimaan dan penyimpanan bahan di tempat kerja.
5. Mengendalikan kualitas konstruksi untuk semua jenis prasarana
a. Menerapkan metode trial
b. Memeriksa kualitas fisik
c. Meneriksa kualitas manajemen konstruksi
d. Membuat rekomendasi atas perbaikan kualitas fisik
e. Menghitung revisi rencana
6. Melakukan survei forensik untuk menentukan alasan kegagalan bagian konstruksi
7. Menerapkan dua puluh cara meningkatkan kualitas fisik di lapangan
Penyelesaian masalah teknis di lapangan – Fasilitator teknik merupakan narasumber bagi masyarakat yang menghadapi masalah teknis di lapangan, baik tentang ilmu teknik maupun sikap menghadapi masalah dengan solusi rasional maupun kreatif (berpikir ke samping).
1. Mengidentifikasi masalah teknis di lapangan
2. Menganalisis masalah secara rasional untuk menentukan alternatif penyebab masalah
3. Menguji alternatif penyebab untuk menentukan alternatif mana yang paling tepat
4. Membuat alternatif penyelesaian masalah
5. Menguji alternatif penyelesaian masalah untuk mencari potensi dampak negatif
6. Memilih alternatif yang paling layak
7. Menentukan tindakan yg dibutuhkan untuk menghindari atau mengecilkan dampak negatif
8. Menindaklanjuti tindakan yang dipilih
9. Mengantisipasi masalah potensial yang mungkin akan timbul
Ilmu pemeliharaan – Fasilitator teknik harus memberi rekomendasi kepada tim desa agar mereka mampu merencanakan pemeliharaan, menentukan prioritas untuk pemeliharaan, dan melakukan pemeliharaan yang dibutuhkan.
1. Menentukan kebutuhan pemeliharaan semua jenis prasarana.
2. Mengestimasikan kebutuhan bahan dan tenaga kerja untuk pemeliharaan.
3. Menggunakan format identifikasi masalah pemeliharaan.
4. Memberi rekomendasi tentang cara mengelola pemeliharaan.
Ilmu lingkungan – Fasilitator teknik harus menjaga proses konstruksi agar tidak terjadi dampak negatif terhadap lingkungan sebagai akibat konstruksi, untuk semua jenis prasarana.
1. Mengidentifikasi masalah lingkungan yang ada
2. Mengidentifikasi masalah lingkungan potensial
3. Menentukan teknik vegetatif untuk mengatasi masalah erosi dan stabilitas lereng
4. Mendesain saluran diversi untuk mengamankan lereng
5. Mendesain terasiring dari jaringan saluran pembuangan air untuk stabilitas lereng
6. Menentukan jenis perlindungan sungai
7. Menentukan perlakuan yang dibutuhkan untuk melindungi bangunan


ILMU SIPIL PER JENIS KONSTRUKSI –Selain keterampilan umum teknik sipil, seorang fasilitator teknik harus menguasai ilmu teknis tentang jenis prasarana yang biasa dibangun di desa. Aspek yang dikuasai termasuk perencanaannya, metode konstruksi, perlindungan, dan alternatif desain.

Jalan desa -- Jalan desa adalah jenis prasarana yang paling sering dibangun oleh masyarakat, dan fasilitator teknik harus menguasai berbagai jenis konstruksi jalan maupun konstruksi bagian-bagian jalan yang dapat dibangun.
1. Menentukan jenis permukaan jalan
2. Menhitung volume bahan dan kebutuhan tenaga kerja
3. Menentukan alinemen jalan
4. Mengukur tanjakan
5. Mengukur kemiringan tebing jalan
6. Mendesain tikungan tajum di daerah pegunungan
7. Mendesain dan mengawasi pengaspalan jalan
a. Menentukan jenis pengaspalan yang direkomendasikan
b. Menentukan volume aspal dan bahan yang dibutuhkan
c. Mengawasi kualitas konstruksi
8. Mendesain gorong-gorong
a. Menentukan tempat yang membutuhkan gorong-gorong
b. Menghitung ukuran menurut kemampuan mengeringkan lahan
c. Menentukan jenis gorong-gorong
d. Menghitung kebutuhan material dan tenaga untuk gorong-gorong
e. Menentukan metode konstruksi gorong-gorong
f. Mengawasi kualitas konstruksi
9. Mendesain tembok penahan tanah
a. Memilih jenis tembok yang paling tepat menurut analisis lokasi
b. Mendesain tembok yang dibutat dari pasangan batu
c. Mendesain tembok yang dibuat dari beton bertulang
d. Mendesain bronjong kawat
e. Menghitung daya tahantembok terhadap beban tanah
f. Mengawasi kualitas konstruksi
10. Mendesain saluran pembuangan air di pinggir jalan
a. Menentukan kapasitas dan ukuran saluran yang dibutuhkan
b. Menentukan metode pembuangan dari saluran
c. Menentukan kebutuhan struktur tambahan
d. Medesain bangunan terjunserta perlindungannya
e. Menentukan perlindungan saluran
f. Mengawasi kualitas konstruksi
11. Mendesain jalan Telford
a. Menentukan bentuk standar untuk jalan Telford
b. Menghitung kebutuhan bahan untuk setiap jenis bahan
c. Menghitung kebutuhan tenaga kerja
d. Mengawasi pemasangan batu pinggir, lapisan batu utama, batu pengunci, bahu
12. Mendesain jalan sirtu
a. Menentukan bentuk standar untuk jalan sirtu
b. Menghitung kebutuhan bahan sirtu
c. Menghitung kebutuhan tenaga kerja
d. Mengawasi pemasangan pinggir jalan dan bahu
13. Mendesain jalan rabat beton
a. Menentukan bentuk standar untuk jalan beton
b. Menghitung kebutuhan bahan untuk setiap jenis bahan
c. Menghitung kebutuhan tenaga kerja
d. Mengawasi pemasangan rabat beton, bahan tengah jalan, dan bahu
14. Mendesain jalan telasah
a. Menentukan bentuk standar untuk jalan Telasah
b. Menghitung kebutuhan bahan untuk setiap jenis bahan
c. Menghitung kebutuhan tenaga kerja
d. Mengawasi pemasangan lapisan batu utama, batu pengunci,dan bahu
15. Mendesain jalan tanah
a. Menentukan bentuk standar untuk Jalan Tanah
b. Menghitung kebutuhan tenaga kerja
c. Mengawasi pemasangan batu pinggir, lapisan batu utama, batu pengunci, bahu
16. Mendesain jalan di daerah rawa
a. Mendesain jenis fondasi di bawah jalan, mengingat tinggi air tanah dan jenis bahan
b. Mendesain permukaan jalan
c. Mendesain perlindungan tebing jalan dan saluran pinggir
d. Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja
Jembatan – Untuk desain jembatan, masyarakat sangat bergantung pada ahli teknik seperti fasilitator teknik, karena harus menerapkan banyak rumus dan ilmu yang relatif rumit. Fasilitator teknik harus menguasai banyak jenis jembatan yang mungkin akan dibangun, sesuai kondisi alam dan kemampuan desa.
1. Menentukan jenis jembatan yang paling layak untuk lokasi
2. Mendesain jembatan kerangka baja
a. Menghitung kebutuhan dan kekuatan gelagar
b. Menentukan kebutuhan diafragma
c. Menghitung kebutuhan lantai
d. Menentukan kebutuhan rel pengaman
e. Menentukan metode penyambungan
f. Menentukan metode kedudukan di atas abutmen dan pilar
g. Menentukan jenis konstruksi abutmen dan pilar
h. Menentukan jenis fondasi abutmen dan pilar
i. Menentukan tinggi jembatan
j. Menentukan desain dan konstruksi pelindung
k. Mengawasi kualitas konstruksi
3. Mendesain jembatan beton
a. Menghitung kebutuhan gelagar
b. Menghitung kebutuhan slab
c. Menghitung penulangan besi beton
d. Menentukan penyambungan gelagar baja dengan dek
e. Menentukan penyambungan gelagar beton dengan slab
f. Menentukan kedudukan gelagar dan dek
g. Menentukan cara mengadukan beton untuk kekuatan yang diinginkan
h. Menentukan cara membuat begisting yang kuat
i. Mengawasi kualitas konstruksi
4. Mendesain jembatan kayu
a. Menghitung kebutuhan gelagar utama kayu
b. Menentukan penyambungan gelagar dengan dek
c. Menentukan kedudukan gelagar dan lantai
d. Menentukan cara pengawetan kayu
e. Mengawasi kualitas konstruksi
5. Mendesain jembatan gantung
a. Menentukan panjang jembatan, ukuran lantai, beban, dan lokasi pilon dan anker
b. Menentukan ketinggian dek di atas air tertinggi
c. Menghitung ukuran semua komponen
d. Menghitung volume bahan yang dibutuhkan
e. Mengawasi pemasangan pilon, kabel utama, kabel pengikat, penyambung, dan gelagar
f. Mengawasi pemasangan dek dan rel pengaman
g. Menentukan apakah perlu perlindungan fondasi dan anker, serta jenis perlindungan
h. Mengawasi penarikan ketegangan semua kabel
6. Mendesain jembatan lingkung
a. Menentukan jenis bahan utama jembatan lingkung
b. Menghitung volume bahan yang dibutuhkan serta kebutuhan tenaga kerja
c. Mendesain lingkung jembatan
d. Menentukan jenis fondasi, ukurannya, dan bahannya
e. Menentukan kebutuhan perlindungan bangunan dan fondasi
f. Mengawasi kualitas konstruksi
7. Mendesain jembatan limpas banjir
a. Menentukan kelayakan jembatan limpas banjir di lokasi
b. Menentukan jenis dan bahan fondasi
c. Menentukan jenis konstruksi
d. Mendesain jembatan dan jalan di atasnya
e. Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja
f. Mendesain perlindungan bangunan, termasuk tembok sayap dan lantai
g. Mengawasi kualitas konstruksi
8. Mendesain jembatan di daerah rawa
a. Menentukan jenis jembatan yang layak untuk dipakai di lokasi rawa
b. Menentukan jenis fondasi yang layak untuk dipakai di lokasi rawa
c. Menentukan jenis perlindungan khusus
d. Mendesain jembatan dan fondasi
e. Mengawasi kualitas konstruksi
f. Mendesain coffer dam dan pengeringan fondasi dan tempat kerja
Air Bersih – Air bersih merupakan jenis prasarana yang banyak variasi dan alternatif konstruksi, dan termasuk bagian yang cukup sulit dihitung oleh masyarakat sendiri seperti pengukuran beda tinggi dan aliran dalam jaringan perpipaan.
1. Menentukan sumber air yang dapat dipakai
2. Menguji kualitas air di lapangan
3. Menentukan debit air yang tersedia pada musim kemarau
4. Menentukan kebutuhan debit air
5. Menentukan jenis bangunan untuk penyediaan air bersih
6. Mendesain sistem perpipaan
a. Mengukur beda tinggi antara sumber dan pemakai
b. Menentukan lokasi jaringan pipa
c. Menghitung debit air dalam jaringan
d. Menentukan jenis dan ukuran pipa
e. Menentukan kebutuhan pelepas tekanan
f. Menentukan lokasi dan ukuran bangunan
g. Menentukan jenis pengambilan air oleh pemakai
h. Mengawasi kualitas konstruksi perpipaan
7. Menentukan jenis perlindungan yang dibutuhkan
a. Menentukan perlindungan dan penanaman pipa
b. Menentukan perlindungan mata air
8. Menentukan dan ukuran saringan air
a. Mendesain saringan pasir lambat
b. Mendesain saringan jenis lain
9. Medesain sumur gali
a. Menentukan cara mengambil air
b. Menentukan perlindungan sumur dan lantai
10. Mendesain sumur bor
Sanitasi – Prasarana untuk sanitasi adalah cukup rumit karena bagian-bagian terpenting biasanya tidak kelihatan untuk orang awam dan belum biasa dibangun dengan baik tanpa masukan teknis dari fasilitator teknik.
1. Menentukan jenis MCK yang dibutuhkan
2. Mempertimbangkan air tanah: tingginya, arah alirannya
3. Mendesain bangunan atas MCK
4. Mengawasi kualitas konstruksi bangunan atas
5. Mendesain struktur septik tank
a. Menghitung ukuran yang dibutuhkan
b. Menentukan jenis konstruksi
c. Mengawasi kualitas konstruksi
d. Menentukan lokasi pipa udara dan lubang akses
e. Mengawasi kualitas konstruksi
6. Menentukan lokasi dan konstruksi resepan
7. Mengawasi konstruksi resepan
Pasar desa – Konstruksi pasar desa relatif mudah bagi masyarakat, tetapi merupakan pekerjaan yang rumit karena banyak pertimbangan yang belum biasa dipertimbangkan. Fasilitator teknik memberi masukan kepada masyarakat agar semua keputusan dilakukan dengan informasi lengkap. Pada pasar desa yang tidak didesain secara sistematis sering timbul masalah yang lebih sulit diatasi bila bangunan sudah jadi.
1. Menentukan layout pasar keseluruhan
a. Menentukan tempat bongkar muat
b. Medesain MCK dan TPS
c. Menentukan Lokasi da norientasi bangunan
d. Menentukantempat parkir dan arus lalu lintas
2. Menentukan jenis konstruksi bangunan pasar
a. Mendesain atap dan bahannya
b. Menentukan jenis bahan untuk struktur atas
c. Mendesain kerangka kuda-kuda
d. Mendesain lokasi dan ukuran pilar
e. Menentukan jenis lantai
f. Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja untuk konstruksi
g. Menentukan layout tempat penjualan
h. Mempertimbangkan faktor lingkungan: cahaya, ventilasi
i. Mengawasi kualitas konstruksi
3. Menentukan jenis lokasi, ukuran, dan pembuangan drainase
4. Mendesain bangunan tempat sampah, termasuk ukuran dan lokasi
5. Mengawasi kualitas konstruksi
Irigasi desa – Irigasi desa merupakan jenis prasarana yang pernah dialami masyarakat, tetapi ilmu teknis cukup tinggi untuk desain bendungan, pelimpah, dan jaringan saluran. Faslilitator teknik juga sangat dibutuhkan untuk pengendalian kualitas, terutama untuk menjaga ketinggian semua unsur.
1. Mendesain bangunan bendungan
a. Menentukan jenis bahan yang digunakan
b. Menghitung volume bahan yang digunakan
c. Menentukan cara dan volume pemadatan tanah
d. Menentukan cara membuat bangunan kedap air
2. Mesain pelimpah bendungan
a. Menentukan jenis dan lokasi pelimpah yang dibutuhkan
b. Menghitung ukuran pelimpah yang dibutuhkan
c. Jenis pelimpah yang dibutuhkan
d. Perlindungannya
3. Menghitung kebutuhan debit air irigasi berdasarkan luas lahan, jenis tanaman, dan jenis tanah
4. Mendesain jaringan saluran irigasi berdasarkan bentuk lahan
5. Mendesain saluran irigasi
a. Menghitung ukuran saluran
b. Menentukan jenis pelindungan saluran
6. Mendesain bangunan irigasi termasuk bangunan pembagi, talang, dan bangunan terjun
7. Mendesain jaringan saluran pembuangan air
8. Menghitung sistem perguliran air bila dibutuhkan
9. Mengawasi kualitas konstruksi
Saluran Drainase – Saluran drainase sering dianggap sebagai jenis prasarana yang paling mudah, padahal perhitungan ukuran saluran sangat rumit, tetapi konstruksi biasanya mudah. Fasilitator sangat dibutuhkan untuk menjelaskan bahwa desain drainase yang baik merupakan desain yang rumit, tidak hanya menggali saluran dengan ukuran bebas.
1. Menghitung debit air yang dibutuhkan untuk mengeringkan suatu daerah
2. Menghitung ukuran saluran pembuangan yang dibutuhkan
3. Menentukan jaringan saluran air yang dibutuhkan
4. Menentukan jenis bangunan klep yang dibutuhkan
5. Mendesain tanggul yang dibutuhkan
6. Mendesain perlindungan yang dibutuhkan
7. Menghitung volume bahan dan kebutuhan tenaga kerja
8. Mengawasi kualitas konstruksi
Bangunan jenis lain-lain – Ada banyak jenis prasarana yang merupakan konstruksi gedung, dengan banyak fungsi yang dapat dilayani setelah selesai. Masyarakat memiliki keterampilan untuk membangun gedung, tetapi sering lupa beberapa aspek teknis yang perlu dipertimbangkan.
1. Menentukan dan menghitung detail fondasi, drainase, dan perlindungan untuk semua bangunan
2. Mendesain gedung sekolah dan perlenkapannya
3. Mendesain gedung polindes dan perlengkapannya
4. Mendesain posyandu dan perlengkapannya
5. Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja untuk bangunan
6. Mengawasi kualitas konstruksi
7. Menjamin bahwa gedung dibangun dengan cara yang lebih menahan gempa bumi.
Listrik desa – Listrik desa biasanya dibuat dengan metode genset atau mikrohidro di sungai yang ada. Keterampilan ini harus dimiliki sebagian kecil dari fasilitator teknik, yang biasanya harus mengikukti kursus terlebih dahulu.
1. Mendesain pembangkitan listrik dengan genset
a. Memilih jenis genset yang dibutuhkan
b. Mendesain ukuran genset yang dibutuhkan
c. Mendesain rumah genset
d. Menentukan sumber tenaga yang dibutuhkan
e. Menentukan aturan operasional genset
2. Mendesain jaringan kabel listrik dan sambungannya
3. Mendesain pembangkitan listrik dengan instalasi mikrohidro
a. Mendesain layout bangunan dan saluran air, termasuk pembuangan
b. Mendesain komponen pembangkitan listrik, seperti turbin
c. Merencanakan sambungan dengan jaringan listrik
4. Mengawasi kualitas konstruksi

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Baca Selengkapnya..