1 Maret 2012

MAKALAH REKAYASA LINGKUNGAN

BAB  1
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang

Setiap kegiatan atau usaha pada dasarnya dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, kegiatan pembangunan yang makin meningkat mengandung risiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi penunjang kehidupan dapat rusak.
Melihat kenyataan tersebut selain makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Rekayasa lingkungan, Tentunya dalam menyusun makalah ini kita dapat mengetahui dampak negatif dan dampak positif pencemaran lingkungan. Perusahaan industri wajib melaksanakan upaya keseimbangan dan kelestarian sumber daya alam serta pencegahan timbulnya kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup akibat kegiatan industri yang dilakukannya.
Pembangunan yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya alam, menjadi sarana untuk mencapai keberlanjutan pembangunan dan menjadi jaminan bagi kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. Oleh karena itu, pelaksannan suatu kegiatan harus dikelola dengan prinsip melestarikan fungsi lingkungan hidup untuk menunjang pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup bagi peningkatan kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.
Adapun penyebab dampak negatif dan dampak positif pencemaran lingkungan dari kegiatan industri salah satu perusahaan tebesar di Indonesia bagian timur industri tambang (gold, coal, nickel dkk) yang juga dikenal istilah Big4 yang terdiri dari: Freeport Indonesia, Newmont Indonesia, International Nickel Indonesia (INCO) dan Kaltim Prima Coal (KPC).

1.2          Tujuan dan Manfaat Penyusunan

                   Dengan demikian dalam penyusunan makalah ini, Saya memiliki tujuan sebagai berikut          :
1.      Untuk mengetahui dasar pengertian pencemaran lingkungan.
2.      Untuk mengetahui macam-macam pencemaran lingkungan.
3.      Untuk mengetahui pencemaran lingkungan di salah satu industri.
4.      Untuk mengetahui usaha pencegahan & penanggulangan pencemaran lingkungan.
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan makalah ini adalah     :
1.      Memahami apa sebenarnya pengertian dari pencemaran lingkungan.
2.      Mampu mengidentifikasi macam-macam pencemaran lingkungan.
3.      Memahami apa yang menjadi parameter pencemaran lingkungan.
4.      Mengetahui apa saja yang dapat dilaukan sebagai usaha pencegahan & penanggulangan pencemaran lingkungan.

BAB  1
KASUS 

2.1          KASUS

2.1.1. Tentang

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan afiliasi dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.. PTFI menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Indonesia. PTFI memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia.
Kompleks tambang di Grasberg merupakan salah satu penghasil tunggal tembaga dan emas terbesar di dunia, dan mengandung cadangan tembaga yang dapat diambil yang terbesar di dunia, selain cadangan tunggal emas terbesar di dunia. Grasberg berada di jantung suatu wilayah mineral yang sangat melimpah, di mana kegiatan eksplorasi yang berlanjut membuka peluang untuk terus menambah cadangan yang berusia panjang.
Berikut catatan tentang PT.Freeport Indonesia :
Ø  PT Freeport McMoran Indonesia (Freeport) melakukan aktivitas penambangan di Papua yang dimulai sejak tahun 1967 atau selama 42 tahun.
Ø  Hasil tambang Freeport berupa tambang emas, perak, tembaga, molybdenum, dan rhenium terbesar di dunia. Fasilitas dan tunjangan serta keuntungan yang dinikmati para petinggi freeport, besarnya 1 juta kali lipat pendapatan tahunan penduduk Timika, Papua, yang hanya sekitar $132/tahun.
Ø  Keberadaan sang Freeport sangat didukung pemerintah. Dilihat dari Penandatanganan Kontrak Karya (KK) I pertambangan antara pemerintah Indonesia dengan Freeport pada 1967, yang kemudian menjadi landasan aktivitas pertambangan Freeport. Bahkan kemudian UU Pertambangan Nomor 11/1967, yang disahkan pada Desember 1967 yang disahkan delapan bulan setelah penandatanganan KK.
Ø  Penambangan Ertsberg dimulai pada Maret 1973 dan habis pada tahun 1980-an, sisa lubangnya sedalam 360 meter.
Ø  Pada tahun 1988, Freeport mulai menambang Grasberg sebuah cadangan raksasa lainnya.
Ø  Hasil dari eksploitasi kedua wilayah tersebut diatas, Freeport memperolah sekitar 7,3 juta ton tembaga dan 724,7 juta ton emas.
Ø  Diperkirakan terdapat 18 juta ton cadangan tembaga, dan 1.430 ton cadangan emas yang tersisa, hingga rencana penutupan tambang pada 2041.